Pengertian Zat Aditif

Pengertian Zat Aditif adalah zat tambahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan suatu tujuan tertentu.
Menurut Wikipedia, aditif makanan adalah bahan tambahan makanan yang dengan sengaja ditambahkan dalam jumlah kecil.
Tujuan penambahan zat aditif adalah untuk memperbaiki penampakan makanan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan.
Selain itu penggunaan aditif makanan dapat meningkatkan nilai gizi seperti mineral, protein dan juga vitamin.
Penggunaan aditif makanan ini awalnya berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang disebut dengan zat aditif alami. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan zat aditif dibuat dari bahan kimia
Hasil gambar untuk zat aditif

Zat aditif berdasarkan sumbernya

Saat ini zat aditif makanan dibedakan menjadi dua jenis yakni zat aditif alami dan zat aditif buatan atau sintetis.
Hasil gambar untuk zat aditif

Zat Aditif Alami

Zat Aditif alami merupakan zat aditif yang diperolah dari alam. Penambahan aditif alami ini tidak akan menimbulkan efek samping dan aman digunakan dalam jumlah besar.
Contoh : kunyit, jahe, gula aren, asam, dan daun pandan.

Zat Aditif Buatan (Sintetis)

Zat Aditif Sintetis merupakan zat yang dibuat dengan proses kimia. Penambahan zat aditif sintetis dalam jumlah besar dapat memberikan efek yang buruk pada kesehatan.
Sebaiknya penggunaan aditif sintesis harus dalam kadar yang normal dan dalam pengawasan.

Fungsi Zat Aditif

  • Banyak sekali fungsi dari zat aditif yang ditambahkan dalam makanan antara lain :
  • Meningkatkan kandungan gizi
  • Menjaga kualitas dan tekstur pada makanan
  • Membuat makanan menjadi lebih tahan lama
  • Memberikan warna sehingga terlihat lebih menarik
  • Memberikan cita rasa sedap pada makanan
  • Memberikan aroma yang sedap pada makanan

Penggunaan Zat aditif

Penggunaan zat aditif yang ditambahkan pada makanan dan minuman adalah sebagai berikut :
  • Pewarna
  • Pemanis
  • Pengawet
  • Penyedap
  • Penggumpal
  • Pemutih
  • Pemantap
  • Pengembang
  • Pengertas

Contoh Zat Aditif

Untuk lebih memahaminya simaklah contoh-contoh aditif yang ditambahkan ke dalam makanan :

Bahan Pewarna

  • Alami : Daun Pandan, Kunit, Daun Jati, wortel, buah naga, dan lain-lain.
  • Buatan : Biri Berlian, Tartrazain, Kamoizin, Erotrosin, Yellow CFC dan lain-lain.

Bahan Pemanis

  • Alami : Gula Tebu, Gula Aren, Madu dan lain-lain.
  • Buatan : Dulsin, sakarin, siklamat aspartam dan lain-lain.

Bahan Pengawet

  • Alami : Garam
  • Buatan : Formalin, boraks dan lain-lain.

Bahan Penyedap

  • Alami : Kunyit, kayu manis, lengkuas, lada, serai dan rempah-rempah lainnya.
  • Buatan : Monosodium Glutamat (MSG) Garam inosinat, Garam Guaniat.

Antioksidan

  • Alami : Vit C, Vit E
  • Buatan : Butylated Hydroxyanisole dan Butylated Hydroxytoulene dan lain-lain,.

Sumber :http://www.sumberpengertian.com/pengertian-zat-aditif

Zat Aditif

Masalah kurang gizi tidak hanya bisa terjadi di masyarakat kelas bawah atau suku di pelosok pedalaman. Bahkan orang sehat di perkotaan pun bisa kekurangan vitamin dan nutrisi penting. Apalagi jika Anda tergolong sibuk atau tidak makan makanan seimbang secara teratur. Begini cara mendeteksi jika tubuh Anda kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Ciri-ciri kekurangan kalsium

Kalsium penting untuk menjaga tulang kuat dan mengendalikan fungsi otot dan saraf. Kelelahan, kram otot, irama jantung abnormal, dan nafsu makan yang buruk artinya tubuh Anda kekurangan asupan kalsium.
Bila Anda kekurangan mineral kalsium, Anda berisiko terkena osteopenia, suatu kondisi yang menyebabkan berkurangnya massa tulang sehingga meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. Apalagi kepadatan tulang akan mencapai kapasitas maksimalnya di usia 30, dan akan terus berkurang seiring waktu.
Pastikan Anda memenuhi cadangan kalsium tubuh dengan mengonsumsi setidaknya tiga porsi susu atau yogurt sehari. Sumber kalsium lain yang baik adalah keju, jus jeruk yang diperkaya kalsium, tahu, edamame, dan sayuran hijau berdaun gelap.

Ciri-ciri kekurangan vitamin D

Jika Anda mengalami kelelahan, otot sakit atau lemah, dan/atau nyeri sendi misterius, terutama di cuaca dingin, Anda mungkin kekurangan vitamin D. Tekanan darah tinggi juga bisa menjadi tanda bahwa Anda mungkin tidak cukup vitamin D. Sering sakit kepala pada pria menjadi tanda bahwa tubuhnya kekurangan vitamin D.
Orang-orang yang punya masalah kulit seperti eksim umumnya juga mengalami kekurangan vitamin ini. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat vitamin D terendah menunjukkan gejala eksim yang lebih parah daripada mereka yang memiliki asupan lebih tinggi.
Untuk mendapatkan cukup vitamin D, konsumsi tiga gelas susu atau 3 porsi yogurt setiap hari; ikan berlemak seperti salmon, tuna, ikan todak dua kali seminggu; jus jeruk fortifikasi; dan perbanyak aktivitas di luar ruangan untuk mendapat paparan sinar matahari pagi.

Tanda-tanda kekurangan kalium

Kalium adalah mineral terbanyak ketiga dalam tubuh. Kalium sangat penting bagi kesehatan karena kekurangan mineral ini dapat menimbulkan berbagai gejala masalah kesehatan seperti lesu, otot lemah, kram otot, refleks berkurang, sembelit, anemia, sakit kepala, dan berat badan yang turun drastis. Pada kasus yang parah, kekurangan kalium dapat menyebabkan ritme jantung tidak normal.
Anda bisa kekurangan kalium akibat diare, muntah-muntah, keringatan berlebih, sedang mengonsumsi antibiotik, atau dari kondisi lainnya seperti gangguan makan (anoreksi, bulimia, dst) atau penyakit ginjal.
Pisang, gandum utuh, susu, sayuran, kacang-kacangan, dan kacang polong adalah sumber kalium terbaik.

Gejala kekurangan zat besi

Zat besi membantu tubuh Anda membuat sel darah merah. Bila kadar zat besi terlalu rendah dalam tubuh, oksigen tidak akan terangkut secara merata ke seluruh bagian tubuh. Anemia akibat defisiensi zat besi dapat menyebabkan kelelahan. Selain itu, kulit pucat dan kusam, kuku kusam dan mudah rapuh, rambut tipis dan rontok juga menjadi pertanda bahwa tubuh Anda kehabisan zat besi, kulit. Perempuan yang menstruasinya berat (darah keluar berlebihan) sangat berisiko kekurangan zat besi. Sama halnya dengan wanita yang vegetarian.
Untuk meningkatkan kadar zat besi, perbanyak makan sereal fortifikasi zat besi, daging sapi tanpa lemak, tiram, kacang (terutama kacang putih, kacang arab, dan kacang merah), kacang lentil, dan bayam. Dan karena penyerapan zat besi dibantu oleh vitamin C, pastikan menu makan Anda juga mencakup banyak sayuran kaya vitamin C seperti brokoli, paprika merah, kangkung, dan kembang kol.

Tanda-tanda kekurangan vitamin B12

Gejala defisiensi B12 yang parah termasuk mati rasa di tungkai, tangan, atau kaki; Masalah berjalan dan keseimbangan; anemia; kelelahan; kelemahan; lidah bengkak dan meradang; paranoia; halusinasi; mudah marah; atau depresi. Retak di sudut mulut juga bisa menjadi tanda kekurangan vitamin ini. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan kepikunan pada orang tua.
Vitamin B12 membantu produksi DNA dan mengatur sistem saraf. Vitamin ini juga memainkan peran dalam pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah. Vitamin B12 dapat ditemukan pada daging dan produk susu, sehingga siapapun yang termasuk vegan/vegetarian berisiko kekurangan asupan vitamin ini.
Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dari sumber pangan hewani. Tingkatkan kadar B12 Anda dengan makan lebih banyak ikan, ayam, susu, dan yogurt. Jika Anda vegan, pilihlah makanan vegan yang diperkaya dengan B12, seperti alternatif pengganti susu, pengganti daging, dan sereal sarapan.

Ciri-ciri kekurangan folat

Folat adalah vitamin B lainnya yang juga terlibat dalam pengaturan sistem saraf. Folat terutama sangat penting bagi wanita di usia subur, itulah sebabnya kenapa vitamin prenatal mengandung dosis folat yang lumayan besar. Kekurangan folat selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan sel darah merah dalam jumlah besar serta cacat tabung saraf pada anak yang belum lahir.
Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat memicu dengan kondisi peradangan di seluruh tubuh. Gejala lainnya dari kekurangan vitamin B12 termasuk kelelahan, rambut beruban, sariawan, dan lidah bengkak. Untuk mendapatkan folat dari makanan, perbanyak makan sereal fortifikasi, kacang, kacang lentil, sayuran hijau, dan jeruk.

Gejala kekurangan magnesium

Magnesium membantu menopang kesehatan tulang, kesehatan saraf. dan membantu produksi energi. Kekurangan magnesium cukup jarang terjadi pada orang sehat, tapi hal ini dapat memengaruhi orang-orang yang mengonsumsi obat tertentu, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau mengonsumsi terlalu banyak alkohol.
Kekurangan magnesium dapat menyebabkan ketidakseimbangan saluran ion kalsium ke seluruh tubuh yang menampakkan dirinya sebagai sejumlah gejala kesehatan. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kelelahan, dan kelemahan. Pada kasus yang lebih parah, hal itu dapat menyebabkan mati rasa, kram otot, kejang, irama jantung abnormal, perubahan tingkah laku, atau kadar potassium atau kalsium rendah.
Memperbanyak makanan sehat dan segar adalah solusi terbaik untuk mengatasi gejala kekurangan vitamin. Namun jika Anda merasa sudah cukup makan sehat tapi masih merasa kurang, Anda boleh menambah asupan dari suplemen multivitamin. Yang terpenting adalah selalu bijak dalam mengonsumsinya dan baca aturan pakai.

Sumber:https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/berbagai-tanda-kekurangan-vitamin/

Gejala Kekurangan Vitamin Dan Mineral

Sembelit atau dalam istilah medis disebut konstipasi. Penyakit ini merupakan suatu gejala dengan frekuensi buang air besar yang jarang (tiga kali atau kurang dalam seminggu), kesulitan buang air besar akibat feses yang keras, diperlukan usaha mengejan yang berlebih saat buang air besar atau adanya sensasi tidak tuntas setelah buang air besar. Sembelit merupakan suatu gejala, bukan suatu penyakit.
Dengan kata lain, sembelit merupakan suatu keadaan di mana buang air besar tidak normal, baik frekuensi maupun konsistensi feses. Namun, karena keadaan “normal” buang air besar tiap orang sangat beragam, sangat sulit untuk dapat menerapkan definisi yang sama pada setiap orang.
Ada beberapa orang dengan konstipasi mempunyai frekuensi buang air besar satu kali setiap hari, namun mengeluhkan perlunya usaha mengejan yang berlebih saat buang air besar bahkan bisa terasa sakit saat buang air besar, atau merasa perutnya selalu terasa penuh. Persepsi mengenai feses yang keras atau mengejan secara berlebihan sulit untuk dinilai secara objektif dan seringkali dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut bahkan dengan menggunakan obat pencahar untuk menentukan seseorang mengalami sembelit. Faktor psikososial dan budaya juga penting untuk diperhatikan. Seseorang yang orang tuanya menekankan pentingnya buang air besar setiap hari, akan lebih sadar akan keadaan sembelit apabila ia tidak buang air besar hari itu; atau anak-anak yang seringkali menahan buang air besar karena takut adanya nyeri dari anusnya; dan ada beberapa orang seringkali tidak menghiraukan bahkan menunda untuk buang air besar.
(c) Laurent Hamels Fotolia.com
Hampir setiap orang pernah mengalami sembelit. Hampir sebagian besar, sembelit bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, kita harus tetap waspada dan perlunya mengetahui penyebab, pengobatan bahkan yang lebih baik lagi adalah pencegahannya.

PENYEBAB

Untuk mengetahui penyebab sembelit, perlu diketahui bagaimana usus bekerja. Usus besar bekerja dengan menyerap hampir sebagian besar air dari feses dan mengubahnya menjadi kotoran yang padat, kemudian dengan pergerakan usus, feses akan  ke rektum dan anus. Konstipasi terjadi ketika feses terlalu lama di dalam usus besar sehingga usus besar menyerap terlalu banyak air dan feses menjadi keras dan kering.
Beberapa gaya hidup dapat menyebabkan konstipasi seperti:
  • Makan makanan rendah serat;
  • Kurang aktivitas fisik, terutama pada orang tua yang sangat terbatas aktivitas fisiknya. Selain itu pada usia tua, metabolisme bekerja lebih lambat begitu pula dengan aktivitas usus;
  • Adanya perubahan kegiatan rutinitas, terutama saat sedang bepergian. Waktu makan, waktu tidur, maupun waktu untuk buang air besar ikut berubah;
  • Tidak mengindahkan keinginan untuk buang air besar;
  • Banyak stres pikiran;
  • Tidak minum yang cukup (dehidrasi);
  • Minum suplemen kalsium atau zat besi;
  • Minum obat-obatan seperti penghilang rasa sakit, obat-obat antidepresi, dll. ;
  • Penggunaan obat pencahar secara berlebihan. Obat pencahar dapat menciptakan suatu kebiasaan (habit-forming), sehingga ketika tidak mengkonsumsinya dapat meningkatkan risiko terjadinya sembelit.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan konstipasi:
  • Kehamilan atau setelah melahirkan;
  • Adanya masalah dengan otot atau persarafan di usus, rektum , atau anus (Mutiple sclerosis, Parkinson, stroke);
  • Irritable bowel syndrome, suatu kondisi di mana saraf yang mengontrol otot-otot di usus tidak berfungsi dengan baik, usus menjadi lebih sensitif terhadap makanan, feses, gas, dan stres;
  • Diabetes, suatu kondisis di mana seseorang mempunyai kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak mampu menggunakan gula darah sebagai energi;
  • Hipotiroid, suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh dan banyak fungsi tubuh yang menurun, termasuk fungsi usus;
  • Kanker usus besar atau akibat pengobatan kanker itu sendiri.

GEJALA

Sembelit/ konstipasi dapat dibagi menjadi 3:
  1. Konstipasi dengan pergerakan usus yang normal (disebut juga dengan konstipasi fungsional)
Penderita dengan konstipasi ini mempunyai frekuensi buang air besar yang normal, namun pasien merasa mereka sembelit. Pada grup ini, sembelit diartikan sebagai kesulitan untuk buang air besar akibat feses yang keras. Pasien merasakan kembung, nyeri perut atau tidak nyaman pada perut, dan mereka menunjukkan stress secara psikososial. Pada grup ini, sembelit berespon terhadap terapi makanan berserat saja atau dengan tambahan obat pencahar. 
  1. Konstipasi akibat gangguan otot-otot anus
Konstipasi pada grup ini karena gangguan fungsi pada otot-otot dasar panggul atau sfingter anus. Pada grup ini dapat disebabkan karena kelainan struktur anatomi tubuh, seperti intususepsi.
  1. Konstipasi dengan pergerakan usus yang lambat
Tipe ini sering terjadi pada wanita usia muda di mana frekuensi buang air besarnya jarang (satu kali seminggu atau kurang). Kondisi tersebut dapat terjadi pada saat pubertas. Gejala yang menyertai adalah jarangnya keinginan untuk buang air besar, kembung dan sering buang gas, dan nyeri perut atau tidak nyaman pada perut. Pada grup ini, faktor makanan dan budaya ikut berperan. Pasien ini kurang berespon terhadap konsumsi makanan berserat dan obat pencahar.  Pasien ini memiliki waktu pengosongan usus besar yang lebih lambat dan pergerakan usus yang lebih lambat setelah orang tersebut makan, di mana seharusnya bila seseorang makan justru dapat memicu pergerakan usus besar. Pergerakan usus yang lambat ini bisa juga disebabkan karena konsumsi obat-obatan.

PENGOBATAN

Hal yang paling penting adalah mencari tahu penyebab dari sembelit itu sendiri dan mengobati penyakit yang mendasarinya apalagi pada orang yang memiliki gejala sembelit berulang.
Meningkatkan konsumsi cairan, makanan berserta tinggi, tidak menunda waktu untuk buang air besar dan aktivitas fisik dapat membantu menghilangkan gejala sembelit. Namun, bila gejala sembelit sudah berlangsung lama dan tidak ada perubahan dengan meningkatkan konsumsi cairan, makanan berserat tinggi serta aktivitas fisik, berarti gejala sembelit ini dapat merupakan bagian dari penyakit lain yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan yang diberikan adalah obat pencahar (laksatif). Penggunaan laksatif ini harus sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter karena laksatif ini dapat membentuk kebiasaan (habit-forming), bila tidak dikonsumsi justru dapat menyebabkan sembelit kembali berulang bila penggunaannya tidak tepat atau berlebihan. Bahkan ada beberapa penyakit yang justru tidak diperbolehkan penggunaan laksatif. Oleh karena itu, penting sekali lagi untuk mengetahui penyebab dari sembelit sebelum melakukan pengobatan.
Laksatif / obat pencahar ada beberapa macam, yaitu:
  1. Stimulan : obat ini merangsang pergerakan usus secara ritmik;
  2. Lubrikan : obat ini membantu supaya feses lebih mudah bergerak di dalam usus besar. Obat ini terdiri dari mineral dan minyak;
  3. Pelunak feses ;
  4. Suplemen serat;
  5. Osmotik: memfasilitasi pergerakan cairan di dalam usus besar sehingga tidak terlalu banyak yang diserap, feses menjadi lebih lunak;
  6. Saline laksatif.
Sumber:http://www.kerjanya.net/faq/6552-sembelit.html

Konstipasi

Diare (bahasa Inggrisdiarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.[1] Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Penyebab

Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun.
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakitalergi (fructoselactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tetapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentrikolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.
Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir. Penyakit diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak.[

Gejala

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi.

Perawatan

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisiOralit dan tablet zinc adalah pengobatan pilihan utama dan telah diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Jika tidak tersedia oralit bubuk, oralit dapat dibuat dengan bahan-bahan berikut ini:
  • 200 ml atau segelas seukuran belimbing air matang
  • 2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam halus
Campur semua bahan hingga larut lalu minumkan pada penderita diare. Minum oralit dengan ketentuan sebagai berikut:
UsiaPemberian Setelah 3 Jam Diketahui DiarePemberian Setelah BAB
Kurang dari 1 tahun1 1/2 gelas1/2 gelas
1 - 4 tahun3 gelas1 gelas
5 - 12 tahun6 gelas1 1/2 gelas
Dewasa12 gelas5 gelas
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
  • Diare pada balita
  • Diare menengah atau berat pada anak-anak
  • Diare yang bercampur dengan darah.
  • Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
  • Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perutdemam, kehilangan berat badan, dan lain-lain.
  • Diare pada orang yang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
  • Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

Diare infektif

Diare infektif yang tidak biasa untuk diare dapat bertahan lama. Diare ini disebabkan karena beberapa organisme penyebabnya tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa gejala penyakit jangka panjang yang jelas.

Penanggulangan diare

Penderita diare sebaiknya segera meminum oralit yang merupakan campuran dari gula dan garam untuk menjaga cairan tubuh.[3][4]
Beberapa cara penggulangan diare antara lain:
  1. Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langka dapat berakibat fatal (keracunan air).
  2. Mencoba makan lebih sering tetapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
  3. Cairan intravenous: kadangkala, terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan.
  4. Terapi rehidrasi oral: Meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh.
  5. Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit.

Pencegahan

Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare. Ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus yang lainnya seperti, ShigellaETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini juga berfungsi untuk mencegah penularan diare.
Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare. Oleh karena itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh. Segera bersihkan tempat tinggal dari sisa sampah jika terjadi bencana alam. Segera buang tumpukan sampah agar tidak menggunung dan jadi sarang penyakit.

Pengobatan tradisional

Akar bunga teratai
Sediakan 50 gram rimpang teratai dan 10 gram jahe. Kemudian dicuci bersih lalu diparut dan diambil airnya. Minum ramuan tersebut tiga kali sehari setiap pagi, siang dan sore.
Beras ketan
Goreng beras ketan hingga hangus (beras ketan yang digoreng tanpa menggunakan minyak), tambahkan kunyit yang juga dibakar hingga hangus. Seduh beras ketan dan kunyit yang sudah dilumatkan dengan air hangat, konsumsi dengan takaran 3 kali dalam sehari.
Apel cuka
Pembuatan cuka apel sebagai bahan untuk meredakan penyakit diare dibuat dengan cara yang mudah yaitu dengan memberikan beberapa tetes cuka apel pada air putih
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Diare

Diare

- Copyright © PENGETAHUAN - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -